uhmm... tadi waktu minum nutrisari di burjo... sempet kepikir buat daur ulang semua cerpen gw yang ada disini ke bentuk baru yang lebih fresh, lebih teratur and easy to understand. haha.. dulu cuma iseng nulis, siapa tau dengan format baru yang lebih fresh pesan yang ingin gw sampaikan dalam cerpen-cerpen gw akan lebih kena, lebih gampang dipahami dan nggak terlalu njelimet kayak benang kusut.
sayang juga ini blog dah lama ndak pernah gw update lagi lantaran sedang tertarik dengan sesuatu yang laen and beberapa halangan yang ada. just for your information gw ndak punya kompi satupun.. apalagi koneksi internet. kok bisa ya ndak punya koneksi internet berani bikin blog? ya lumayanlah waktu itu bantuin temen jaga warnet. so gw bisa pake koneksinya buat ngeblog.
sekarang? ya sekedarnya. soalnya warnet temen yang namanya mayang itu dah bubar, tapi kalo dibilang gulung tikar ndak juga. hehehe ... so sabar ya nunggu gw updatenya.. kalo ada yang mau nyumbang ke gw dan tidak mengikat .. gw siap menampung. ^_^ that's all for tonight ;)
Saturday, June 13, 2009
ganti format tulisan yang lebih fresh
Posted by
pandi merdeka
at
1:32 PM
0
comments
Labels: fyi
Tuesday, April 28, 2009
dan angka itu telah pergi
Jangkrik itu memang tak pernah diam ketika gelap menguasai alam. walaupun, pada faktanya budi pernah bercerita pada saat dia melihat jurig itu seluruh alam tiba-tiba hening. Jurig itu pula yang dikambing hitamkan olehnya ketika dia kembali dengan celana basah dan bau pesing yang menyengat. semuanya selalu tertawa ketika mengingat masa itu.
Tapi, itu 5 tahun yang lalu, semuanya kini telah berubah. bahkan zaman, waktu dan udara yang biasa kita hirup bisa saja membunuh kita. tidak ada lagi yang bersahabat. kemarin, aku dibohongi hatiku sendiri. gila! bahkan hati sekarang sudah bisa berbohong dan menjadi pengkhianat. otak kiri, untungnya masih selalu jujur dan bersikap rasional. tapi, kadang sulit merumuskan ketulusan dalam angka-angka. hasilnya tentu saja dipertanyakan.
Sudah 1354 mobil yang kuhitung sejak aku duduk di halte malam itu. tapi, jangan kau tanyakan bagaimana aku menghitung mobil-mobil yang lalu-lalang. tanyakanlah bagaimana aku bisa sampai duduk di halte pada malam itu. malam dimana asap rokok dan asap kendaraan berlomba untuk membunuhku. tiba-tiba saja seseorang dipukuli dipojok halte yang temaram tanpa lampu, tapi bisa kupastikan perbandingannya tidak seimbang 3 lawan 1. satu orang melihat dengan sinis tepat dimana tempatku duduk di halte itu. tenang kawan sekarang jamannya individualistis aku tidak akan membantunya! kalaupun aku bantu toh perbandingannya tetap tidak seimbang. ketika orang itu berteriak ampun. kuhisap dalam rokokku dan kukatakan inilah saatnya kau harus berbohong lagi hati!. makin cepat rokok-ku hisap dan akhirnya selesai juga.
Tiga orang itu pergi meninggalkan sesosok tubuh yang kaku di pojok halte. entah sadar, entah pingsan. masih bisa bangun kau? badan itu bergerak naik ke tempat duduk dan mendekat wajahnya semua biru sebelum dia berkata kutawari dia rokok dan kopi yang sudah habis kuminum setengahnya. dia tidak menolak dan berkata. hidup kita keras bang, terimakasih! entah apa maksud kata-katanya, dia menyalakan rokok dengan korek kayu dari balik jaketnya. pandangannya tenggelam dalam malam diselingi mobil-mobil yang masih juga lalu lalang, mulutnya seperti mengucap sesuatu 1352, 1353, 1354! haha.. dan angka itu telah pergi!
Posted by
pandi merdeka
at
8:57 PM
2
comments
Labels: cerpen pribadi
